Pelatih Persib Mario Gomez Kritik Jadwal Piala Indonesia 2018
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, mengeritik jadwal Piala Indonesia 2018. Pelatih asal Argentina ini mengaku kesal karena juara turnamen ini tidak bisa mewakili Indonesia di Kompetisi AFC.

Menurut Gomez, sebaiknya PSSI mengubah kembali jadwal agar Piala Indonesia 2018 bisa berakhir cepat, yakni pada akhir tahun ini agar para pemain bisa memiliki waktu istirahat usai menjalani kompetisi.

"Saya tidak mengerti karena Liga akan berakhir Desember dan kami tidak bisa melanjutkan pertandingan lainnya. Karena setelah Liga selesai di bulan Desember kita harus memberikan istirahat kepada pemain," ujarnya dikutip bola.com, Rabu (9/5/2018).

Gomez mengatakan, dirinya tidak ingin terus memberikan pelatihan ke pemainnya untuk menghadapi sebuah pertandingan. Sebab akan berdampak buruk bagi kebugaran para pemainnya.

"Kalau dilanjut ke Piala Indonesia kapan kita beri libur kepada pemain jika masih harus bertanding di turnamen. Karena di Februari kita sudah harus mulai lagi Liga," katanya.

Itulah sebabnya Gomez meminta PSSI untuk mengikuti jadwal FIFA agar gelaran yang dilakukan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya pihak yang dirugikan.

"Saya tidak mengerti, seharusnya ikuti jadwal FIFA. Idealnya pemain diberi waktu libur satu bulan untuk libur, dan Januari pemain harus sudah memulai persiapan musim baru, bukan untuk bertanding di Piala Indonesia. Bukan cuma Piala Indonesia tapi semua, ketika liga selesai, maka seharusnya tidak ada lagi pertandingan," tegasnya.

Sebelumnya, Gomez menyambut baik Piala Indonesia karena dirinya bisa memberi kesempatan kepada semua pemain Persib untuk bergala.

Pelatih Persib Bandung Mario Gomez
Dilansir laman resmi klub, Gomez akan menurunkan pemain yang berbeda di Piala Indonesia.

Dari 29 pemain yang dimiliki Persib musim ini, hanya 18 yang dapat masuk daftar susunan pemain (DSP) di setiap pertandingan. Sisanya, tidak bisa memakai jersey dan hanya menyaksikan rekan-rekannya di bangku penonton.

Imam Arief Fadillah, Aqil Savik, Agung Mulyadi, Puja Abdillah, Wildansyah dan beberapa pemain lainnya minim kesempatan bermain pada musim ini.

“Kami bisa memainkan tim yang berbeda di Piala Indonesia. Ini penting buat tim, karena Piala Indonesia turnamen penting. Tapi, kami harus melihat pemain yang minim kesempatan tampil, mereka bisa tampil di Piala Indonesia,” kata Gomez.

Rencana menurunkan dua tim berbeda juga untuk mengantisipasi kepadatan jadwal bertanding. Pelatih berpaspor Argentina tersebut tidak memasang target tinggi di turnamen ini. Dia hanya ingin pemain pelapisnya tampil maksimal.

“Kami tahu jadwal padat, tapi tetap professional. Kalau memang bisa main, ya harus main, tidak seperti tim lain,” tutupnya.

Piala Indonesia 2018 diikuti sebanyak 128 tim dari Liga 1 hingga Liga 3.*